Tips Sukses Wawancara

ʟ ᴜ ᴄ ʏ
5 min readFeb 15, 2019

Setelah membuat lamaran kerja, banyak lulusan baru yang sebenarnya belum siap menghadapi dunia kerja. Banyak dari mereka yang mempertahankan pemikiran-pemikiran idealisnya dan menyebabkan kegagalan saat wawancara dalam mencari kerja. Menanggapi masalah tersebut, di sini ku coba untuk memberikan sedikit tips dalam menghadapi wawancara/interview yang kudapat dari pengalaman saat wawancara diberbagai tempat/bidang dan beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan oleh penyelia sesuai pengalamanku sebagai HRD (Human Resource Development).

Tips sukses wawancara, cara agar lolos interview, lowongan kerja
  1. Buatlah surat lamaran yang rapi, jelas & lengkap

Hal ini penting diperhatikan sebelum melamar suatu pekerjaan. Karena kalau isinya GeJe alias Ga Jelas otomatis kalian akan menghadapi kesulitan saat ditanya pas wawancara. Ga masalah ditulis tangan atau diketik yang penting rapi dan usahakan bukan fotokopian, lalu pastikan kalian menuliskan posisi yang diinginkan. Jangan sampai nanti ketika ditanya “ingin melamar jadi apa” dan jawabannya “apa aja boleh”, terus ditawari posisi sebagai OB (Office Boy). Gondok juga kan jadinya.

Penulisan nama perusahaan yang dituju juga perlu diperhatikan. Terutama yang ingin melamar jadi Marketing/Sales. Beberapa perusahaan biasa menanyakan nama lengkap perusahaan yang kalian lamar. Kalau ga tau/ga hapal bisa-bisa wawancara hanya berlangsung selama 5 menit dan bubar jalan. Menjadi sales berarti menjual produk perusahaan ke konsumen. Kalau konsumen tanya bisa lihat produknya di mana dan ga bisa jawab, akan jadi pertanyaan juga oleh konsumen “Perusahaannya bener ga nih, jangan-jangan fiktif.”

Lalu kelengkapan yang menyertai surat lamaran seperti Resume & CV (Curriculum Vitae), Ijasah, Daftar Nilai, fotokopi KTP serta beberapa fotokopi yang dirasakan perlu untuk dilampirkan.

Sebagai contoh jika ingin melamar sebagai:

# Marketing; biasanya akan diminta fotokopi SIM A/C (karena harus mobile) & Verklaring/Surat Keterangan Kerja dari perusahaan sebelumnya.

# Teknisi; biasanya akan fotokopi Sertifikat Magang akan jadi pertimbangan.

# Drafter & EDP; fotokopi Sertifikat Trainning sesuai kemampuan dia akan memperjelas kemampuannya.

Tidak perlu melampirkan seluruh fotokopi sertifikat yang kalian punya. Percuma, bisa-bisa cuma jadi sampah dan langsung dibuang apalagi kalau lamarannya gak jelas.

2. Form isian

Sebelum wawancara dimulai, beberapa perusahaan mewajibkan calon karyawannya untuk mengisi form data diri — selalu membawa alat tulis sendiri agar tidak repot. Tujuan utamanya untuk mempermudah pengarsipan jika karyawan tersebut diterima kerja di perusahaan itu. Nah, banyak calon karyawan yang mengisi form isian “seenake dewek” (asal-asalan). Padahal dari situ bisa terbaca apakah calon karyawan adalah pribadi yang teliti, malas atau selengehan.

Kesalahan terbesar saat diminta melengkapi data-data yang masih kosong dengan mengatakan “Oh, harus diisi ya?” Daa.. dikasih form isian ya tujuannya untuk diisi donX.

3. Pakaian, manners dan posisi duduk saat interview

Gunakan pakaian formal seperti mau bekerja (kemeja dimasukkan bagi yang pria), jangan menggunakan sepatu “bustong” (inget ya, bukan ke mall). Tersenyumlah!! Saat orang tersenyum, suasana yang tegang akan jadi cair — asal jangan berlebihan. Jangan lupa memberi salam di awal maupun setelah selesai wawancara. Tariklah nafas panjang 3x jika detak jantung anda terlalu kencang agar bisa menjawab pertanyaan dengan baik. Duduk yang tenang, tegap, jangan terlalu tegang maupun terlalu santai, apalagi kakinya dilipat/dipangku (disilangkan). Selain mengganggu pemandangan dan mengganggu proses wawancara, akan terbaca sebagai karakter yang kurang sopan. Kalau ada bolpoin di hadapanmu jangan dimainkan, selain mengganggu akan terbaca dia adalah pribadi yang gugup.

4. Mengetahui latar belakang perusahaan tersebut

Mengapa demikian? Hal ini akan jadi nilai tambah, apakah kalian mengerjakan ‘PR’ atau tidak. Dari situ juga bisa terlihat karaktermu seperti apa. Kalau melamar dan ga tau tempat seperti apa kalian bekerja nanti, akan membuang-buang waktu untuk kalian (dan penyelia itu sendiri) jika ternyata ga seperti yang kalian harapkan.

5. Mengapa melamar ke bidang tersebut?

Mengetahui deskripsi pekerjaan/job desk akan mempermudah dalam menjawab pertanyaan tersebut. Misal melamar sebagai Administrasi; dengan mengetahui salah satu pekerjaannya ialah menginput data melalui aplikasi MS. Office dan ternyata MS. Office adalah salah satu aplikasi yang sangat kamu kuasai.. akan membuatmu menjawab dengan lebih percaya diri.

6. Apa yang dapat kamu berikan untuk perusahaan?

Tentunya perusahaan ingin memiliki karyawan yang kompeten dibidangnya. Kalau kemampuannya biasa-biasa aja apalagi gak sesuai bidangnya, lebih baik nyari pegawai magang atau dari outsourcing (pihak ke-3).

7. Apa harapanmu 1/2/5/10 tahun ke depan?

Pertanyaan ini ditujukan agar penyelia dapat mengetahui harapan kalian saat bekerja di perusahaan tersebut. Karakter juga akan terbaca dengan mudah, apa termasuk tipe yang santai atau berambisi. Buat perusahaan yang mencari staff pada tingkat Supervisor ke atas tentunya mencari orang yang bukan saja berambisi, tetapi memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.

Bagi yang wanita juga jadi pertimbangan, apalagi kalau dalam 1 tahun mau menikah. Jarang ada perusahaan yang mau menerima karyawan baru yang akan menikah dalam waktu dekat.

Loh, koq gitu sich? Ia sist.. pertimbangan budjet, cuti, dll itu akan jadi tidak efisien bagi perusahaan.

8. Urutkan mana yang jadi prioritas?

Antara jabatan, pekerjaan, lingkungan kerja, gaji*) dan keluarga..

Pribadi yang selalu bergantung pada keputusan ibu/bapaknya akan jadi karakter yang sulit untuk mandiri. Perusahaan juga berpandangan ke depan jika suatu hari akan memutasi karyawan tersebut ke bagian yang lain atau ke cabang yang berbeda dengan pertimbangan tersebut.

*) Yang harus diingat juga ketika memasang tarif gaji terlalu tinggi tanpa mempertimbangkan kemampuan/pengalaman kalian akan mempengaruhi apakah akan dipanggil ke tahap berikutnya atau tidak (dengan kata lain ‘harus tau diri’).

9. Pola hidup sehat

Apa hubungannya? Kebiasaan merokok, makan, tidur, aktifitas saat senggang akan mempengaruhi pola kerja kalian. Beberapa perusahaan sangat ketat pada aturan. Bagi yang sering bergadang, biasanya suka bangun siang. Ada yang menerapkan denda jika telat masuk kerja bahkan sampai memberikan SP (Surat Peringatan). Biasanya SP diberikan sampai 3x, setelah mendapat SP3 akan terjadi pemutusan hubungan kerja.

Jika makannya tidak teratur, biasanya jadi sakit maag & akibatnya harus bed-rest. Perusahaan ingin karyawan yang produktif donk! Akan sulit mempertahankan karyawan yang seperti itu; jadi intinya harus hidup sehat jika ingin bertahan di sebuah perusahaan.

10. Kelebihan dan kekurangan

Yang dimaksud di sini adalah dari segi karakter pribadi maupun dalam bekerja. Misal orang yang suka moody, akan mengalami kesulitan saat beradaptasi dengan lingkungan kerjanya.

Contoh sebagai CS (Customer Service); suasana hati bisa terpancar walaupun sedang berbicara dengan konsumen melalui telepon. Pribadi yang ramah akan membuat pelanggan akan senang untuk membeli produk yang kita tawarkan.

Menjawab pertanyaan ini susah-susah-gampang, tentunya kita ga mau kelemahannya diketahui pihak penyelia. Namun menjawab pertanyaan ini diusahakan jangan berbohong, karena akan jadi penilaian saat kita bekerja. Hal ini bisa diakali dengan menjawab “Suka lupa waktu kalau sudah bekerja” sebagai kekurangan kita. Walau akan merembet ke pertanyaan berikutnya “Berarti suka lupa makan?” akibatnya akan jadi pertanyaan berkesinambungan “Apakah anda memiliki sakit maag?”

11. Yang ingin kamu ketahui tentang perusahaan dan motivasi kerja

Ada baiknya kalian juga menyiapkan pertanyaan sebagai kesan bahwa kalian memang serius bekerja di sana. Ga usah terlalu banyak, cukup 1 atau 2 saja.

Lalu apa yang menjadi motivasi kerjamu? Ingin cari uang.. hanya sebagai batu loncatan (cari pengalaman doank) atau mau menjadi kontributor.

Menjawab hal ini juga serba salah. Terlalu jujur >> da~dah yuk bu~bye, ga jujur malah jadi bumerang buat kita.

Intinya kembali lagi selain menyiapkan segala kemungkinan yang akan ditanyakan sebelum wawancara, berserah pada Yang Kuasa. Dibawa doa, mohon bimbinganNya untuk menuntun dan mempermudah jalan kita kedepannya.

--

--

ʟ ᴜ ᴄ ʏ

I'm a part time (artist) who lives 17% in the digital world, 3% in the dream world and 80% in the real world.